Minggu, 23 Oktober 2011

INDAHNYA MASA PANEN RAYA

MASA MASA INDAH BERSAMA KERABAT(PANEN RAYA DI MADINA)

oleh Hidayat Hasibuan pada 09 Agustus 2011 jam 17:35
Perubahan Anda sudah disimpan.
                                                                                                         
http://www.facebook.com/groups/merbasmadinasaroha/doc/?id=224542450925074
FILOSOPI LAPUNG LAPUNG DOKDOK &PORNGIS DI MADINA
FILOSOPI LAPUNG LAPUNG DOKDOK DOHOT PORNGIS DI MADINA

Entah apa yang mendorongku untuk menulis di sore hari ini. Semoga ilham dari Tuhankulah yang mengispirasiku menuliskan coretan asal coret yang semoga berguna bagi diriku dan teman teman serta famili d...i Grup Merbas Batang Gadis ini.

Daerah Mandailing Natal kampung halamanku memang disepanjang jalan akan kita temui hamparan sawah yang luas. Bahkan masa kecilku sering ikut membantu kedua orang tua di sawah. Maka dalam keseharianku pun tak lepas dari istilah manajak,mangalamlami,manyuan,m
arbabo,mangiang,mangarambasi dilanjutkan dengan manyabi. Manyabi adalah masa masa yang ditunggu setelah sekian bulan merawat tanaman padi.

Panen(manyabi) biasanya dikerjakan dengan penuh kegembiraan dan keriuhan karena sanak family dari berbagai kampung di seantero Madina akan datang beramai ramai mengerjakan upacara panen raya(manyabi) tersebut. Disaat seperti itulah baru terasa bagaimana luasnya kekerabatan dan hakoumaon dikalangan para petani.

Saat panen raya inilah kita melihat betapa akrabnya masyrakat Mandailing Natal yang bahkan menembus wilayah kekerabatan sampai sampai keluarga dan kerabat yang berada di Angkola,Sipirok,Padang Bolak,Sibuhuan,Panti,Rao,Tapus
,Air Bangis datang berkunjung memeriahkan panen raya(manyabi) saat itu.

Apakah Panen raya seperti ini masih terasakan oleh adik adikku saat sekarang...?
Apakah keakraban parkouman seperti ini masih dirasakan saudara saudaraku di Madina sampai saat ini..?
Apakah orang tua saat ini masih memiliki sawah yang serentak panennya sehingga tak mungkin dikerjakan sendiri kalau tak dibantu oleh sanak family dari seantero Tapanuli sekeliling Madina...?

BEGITULAH KENANGAN INDAH MASA KECIL SEKITAR 1963-1975 DI MANDAILING NATAL

PANEN RAYA(MANYABI)

Denikian serentaknya tanam padi dengan jenis padi yang usianya sama membuat panen padipun serentak di seluruh Mandailing Natal yang kala itu masih masuk wilayah Tapanuli Selatan. Hasilnyapun bahkan boleh dikatakan berlimpah ruah. Padi yang sudah dituai(disabi) setelah kering biasanya disimpan di dalam lumbung padi(opuk) untuk belanja setahun kedepan. Bahkan sampai panen berikutnyapun padi dilumbung belum habis. Itulah Makmurny akehidupan di Desa pada tahun tahun tersebut. Serentak menanam dan serentak menuai padi itulah rahasianya sehiungga hama padipun berbagi dan tak terlalu merusak tanaman padi.
Bandingkan dengan sekarang ini setiap orang napsi napsi tanpa diatur lagi musim tanamnya kapan sehingga hasilnyapun selalu diresahkan dengan gangguan hama padi.

PROSES PANEN RAYA YANG UNIK
PADI YANG BAGUS(PORNGIS)
-PADI YANG SETENGAH ISI(LAPUNG DOKDOK)
-PADI YANG RUSAK TAK BERISI(LAMBANG)

Proses Panen Raya yang unik di Madina saat itu adalah dengan beramai ramai menyabit padi pada pagi hari sehabis subuh sampai menjelang dzuhur.Setelah berhektar hektar sawah disabit dan dijemur dibawah terik matahari, maka tibalah waktunya semuanya sembahyang dzuhur yang dilanjutkan dengan makan siang bersama.Biasanya makan siang ini dipenuhi dengan lauk pauk yang enak enak. Ada yang memotong ayam untuk gulai. Ada yang masak  ikan dan minimal gulai sardencis atau ikan belek disuguhi saat makan siang.
Adapun saat setengah main jam sepuluhan tadinya  hidangan bubur dan teh manis sudah disuguhi sebelumnya.Anak anak selain ikut bantu juga banya yang main lari larian di sawah sambil menangkap belalang.Ada yang tetap di pematang sawah di bawah pohon jambu atau pohon kelapa maruyup uyup(sejenis terompet yang terbuat dari batang padi dan daun kelapa sebagai corongnya)

Setelah usai makan siang maka semuanya serentak kembali menyusun bulir padi yang sudah kering untuk disusun di tempat pemeraman yang juga unik dalam bahasa Mandailing disebut marbunbun. Bunbun itu adalah tumpukan bulir padi setengah kering bersama batangnya disusun rapi disatu tempat yang tanahnya agak tinggi. Bentuk bunbun itu mirip dengan rumah rumahan oarang Afrika di pedalaman,bulat bundar dan menjulang tinggi dibagian tengah atasnya berupa tumpukan bulir bulir padi yang sangat indah.

Beberapa hari kemudian tumpukan bulir padi yang sudah diperam dibunbun itu akan dibuka dan dirontokkan dari bulirnay dengan cara beramai ramai juga menginjak injaknya(mardege). Proses mardege ini sangat indah bila  kita lakukan pada malam hari beramai ramai dengan penerangan lampu petromax.Kemudian hasil kerja semalaman dijemur lagi di panas terik untuk sore harinya diproses menjadi gabah kering.

Gabah kering yang sudah dipisahkan dari lapung dokdok dan lapunglah yang akan dibawa pulang untuk disimpan di dalam lumbung padi(opuk).Yang kelk kemudian diolah menjadi beras sebagai makanan utama masyarakat Madina. Adapun beras yang sudah punya nama di Madina adlah beras Si Rajam Lele,Sikamotan,Si Gudang,Si Pulo dan lain lain lagi yang rasanya sangat pulen melebihi beras Cianjur di Jakarta.

Lapungnya akan dibiarkan di sawah atau mlah ada yang dibakar bersama jerami padi ditengah tengah sawah.Sementara Lapung Dokdoknya kan diberikan kepada peternak bebek unatuk tambahan makanan bebek.
Semoga dalam kehidupan inipun kita dapat menmpatkan diri kita sebagai manusia yang bermanfaat bagi kehidupan sesama. Bagaikan padi yang porngis, Bukan sebagai lapung dokdok makanan bebek atau lapung yang hanya dibuang percuma atau dibakar bersama jerami di tengah sawah.Adapun peroses pemisahan Lapung ,Lapung dokdok dan eme na porngis itu dilakukan dengan bantuan tiupan angin di soren hari( mangangin).

Jakarta,09082011
Hamhas,20110809






Tidak ada komentar:

Posting Komentar