Minggu, 25 Desember 2011

BACAAN SURAH YUSUF

http://www.youtube.com/watch?v=bYwzl9hNK9U&feature=channel

KAMBINGETAWA UNGGUL

Bagi anda yang belum mengenal bisnis ternak Kambing Etawa, tentu cukup kaget dengan harga anakan Kambing Etawa berumur 4 bulan yang ditawarkan 4 juta rupiah! Ini bukan mengada-ada atau harga yang muluk-muluk. Memang demikian adanya Kambing Etawa memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan kambing jenis lainnya. Anakan Kambing Etawa dengan kualitas bagus memiliki harga yang tinggi , bahkan indukan yang berkualitas bagus bisa berharga sampai 25 juta! mahal menurut standard harga kambing umum. Tidak heran dengan harga yang demikian menggiurkan membuat banyak orang tertarik untuk menggeluti bisnis ternak kambing etawa. Dengan model dan biaya pemeliharaan yang sama dengan kambing lain tetapi beternak kambing etawa bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
Kambing Etawa

Kambing Etawa

Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo merupakan sentra peternakan Kambing Etawa. Kambing etawa merupakan hasil kawin silang antara kambing Etawa dari India dan kambing lokal Kaligesing. Maka kemudian Kambing-kambing Etawa di Kaligesing dikenal dengan Kambing PE (Peranakan Etawa). Saat ini Kambing Peranakan Etawa Kaligesing telah menyebar ke berbagai daerah tidak hanya di Purworejo saja tetapi di daerah-daerah lain juga bahkan hingga Malaysia. Hasil dari beternak Kambing Etawa sendiri bisa bermacam-macam, antara lain daging (meski sebagian orang beternak Etawa hanya sebagai “Klangenan” atau hewan peliharaan), susu kambing etawa dan pupuk kandang dari kotoran dan sisa-sisa makanan kambing etawa. Hasil sampingan inilah yang bisa menjadi nilai tambah keuntungan bisnis ternak kambing etawa.
Beternak Kambing Etawa

Beternak Kambing Etawa boleh dibilang tidak sulit, hal pertama yang penting untuk diperhatikan adalah perencanaan yang matang. Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan sebelum memulai bisnis ini, dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, produksi, hingga evaluasi. Persiapan meliputi persiapan tempat/kandang kambing etawa yang strategis dan tepat, pemilihan bibit/indukan yang bagus. Persiapan yang tidak kalah penting adalah persiapan pengetahuan yang cukup mengenai seluk beluk beternak kambing etawa . Makanan untuk Kambing Etawa boleh dibilang tidak jauh berbeda dengan kambing jenis lain dari jenis daun-daunan dan rumput. Selain mengandalkan makanan yang ada di sekitar Kaligesing, peternak kambing etawa disana juga menanam secara khusus beberapa tanaman untuk makanan Kambing etawa. Hal ini dilakukan untuk mempermudah peternak jika jumlah kambing sangat banyak.Yang tidak kalah penting adalah perawatan kebersihan kandang dan kambing etawa. Kandang kambing perlu dibersihkan secara periodik dan kambing etawa perlu dimandikan jika dirasa perlu.
Model Kandang Kambing Etawa

Model Kandang Kambing Etawa
Model Ternak Etawa

Model peternakan Kambing Etawa di Kaligesing sendiri bermacam-macam ada yang dipelihara dan dirawat sendiri oleh pemiliknya ada juga yang menggunakan sistem gaduh. Pemilik kambing menyerahkan urusan pemeliharaan kepada seseorang, jika sudah beranak anakan kambing etawa dibagi dua antara pemilik dan penggaduh. Alternatif kedua ini bisa menjadi pilihan bagi anda yang memiliki kesibukan dan tidak memiliki waktu untuk memelihara kambing etawa. Cara ini bisa dibilang sebagai upaya untuk menabung/berinvestasi bagi pemilik modal. Model Gaduh ini yang juga ditempuh oleh Mas Totok, pemuda kreatif yang juga seorang pengusaha dari desa tersebut. Total Kambing Etawa yang beliau miliki sekarang ini sudah lebih 100 ekor. Sebuah angka yang cukup banyak sebagai usaha sampingan. Jika anda tertarik untuk menekuni bisnis kambing etawa bisa berdiskusi dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Mas Totok yang telah mempublish ternakan kambing etawa di Internet.
(Galeriukm)

PANEN IKAN DI SIMANGAMBAT KECAMATAN SIABU

Suasana memanen ikan di kolam
Lokasi di Desa Simangambat kecamatan Siabu

KUDA PACUAN UNGGUL

KUDA PACUAN YANG HARGANYA BISA MENCAPAI RATUSAN JUTA RUPIAH
· · · 56 menit yang lalu
  • Bitha Melala menyukai ini.
    • Hidayat Hasibuan
      MERAUP DOLLAR DARI BETERNAK KUDA PACUAN

      Haji Atokillah, mantan joki pacuan kuda, asal Desa Tunggulwulung, Pandaan, Di Pasuruan, Jawa Timur, sukses menjadi peternak kuda pacu silang import dengan lokal indonesia. Kini, memiliki 30 ekor kuda...

SOTO UDANG GALAH

SOTO UDANG GALAH YANG PENUH SENSASI RASA


Pernahkah anda menikmati soto berbahan dasar udang galah? Di kabupaten Langkat, Sumatera Utara anda akan menemukan sejumlah rumah makan yang menyajikan menu special berupa soto udang galah liar yang telah menjadi ciri khas di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

... Sepintas soto yang di sajikan tidak berbeda dengan soto pada umumnya. Namun pengelola rumah makan, menukar daging ayam dengan udang galah, sehingga menimbulkan citarasa yang lezat.

Proses pembuatan soto sendiri sama dengan menu soto pada umumnya yang menggunakan bumbu bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, merica, santan kelapa dan lain - lain. Namun yang berbeda dengan soto ini adalah bahan yang di gunakanan yakni udang galah khas tanjung pura, yang di peroleh dari pemancing dari aliran sungai batang sarangan.

Pemilik rumah makan sengaja memilih udang galah dari alam liar untuk memberikan citarasa yang lebih lezat di banding menggunakan udang yang di peroleh dari tambak.

Nah jika anda kebetulan melintas atau berada di kabupaten langkat, tidak ada salahnya mencoba menu yang satu ini. Selain lezat harganya juga terjangkau Hanya Sepuluh Ribu Rupiah untuk satu porsi soto.
Lihat Selengkapnya

KUDA PACUAN UNGGUL

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=318448021510040&set=o.291695024199245&type=1&ref=nf

SOTO UDANG GALAH

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=318454404842735&set=o.291695024199245&type=1&ref=nf

KAMBING ETAWA YANG MENJADI KELANGENAN


  • Bagi anda yang belum mengenal bisnis ternak Kambing Etawa, tentu cukup kaget dengan harga anakan Kambing Etawa berumur 4 bulan yang ditawarkan 4 juta rupiah! Ini bukan mengada-ada atau harga yang muluk-muluk. Memang demikian adanya Kambing Etawa memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan kambing jenis lainnya. Anakan Kambing Etawa dengan kualitas bagus memiliki harga yang tinggi , bahkan indukan yang berkualitas bagus bisa berharga sampai 25 juta! mahal menurut standard harga kambing umum. Tidak heran dengan harga yang demikian menggiurkan membuat banyak orang tertarik untuk menggeluti bisnis ternak kambing etawa. Dengan model dan biaya pemeliharaan yang sama dengan kambing lain tetapi beternak kambing etawa bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
    Kambing Etawa

    Kambing Etawa

    Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo merupakan sentra peternakan Kambing Etawa. Kambing etawa merupakan hasil kawin silang antara kambing Etawa dari India dan kambing lokal Kaligesing. Maka kemudian Kambing-kambing Etawa di Kaligesing dikenal dengan Kambing PE (Peranakan Etawa). Saat ini Kambing Peranakan Etawa Kaligesing telah menyebar ke berbagai daerah tidak hanya di Purworejo saja tetapi di daerah-daerah lain juga bahkan hingga Malaysia. Hasil dari beternak Kambing Etawa sendiri bisa bermacam-macam, antara lain daging (meski sebagian orang beternak Etawa hanya sebagai “Klangenan” atau hewan peliharaan), susu kambing etawa dan pupuk kandang dari kotoran dan sisa-sisa makanan kambing etawa. Hasil sampingan inilah yang bisa menjadi nilai tambah keuntungan bisnis ternak kambing etawa.
    Beternak Kambing Etawa

    Beternak Kambing Etawa boleh dibilang tidak sulit, hal pertama yang penting untuk diperhatikan adalah perencanaan yang matang. Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan sebelum memulai bisnis ini, dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, produksi, hingga evaluasi. Persiapan meliputi persiapan tempat/kandang kambing etawa yang strategis dan tepat, pemilihan bibit/indukan yang bagus. Persiapan yang tidak kalah penting adalah persiapan pengetahuan yang cukup mengenai seluk beluk beternak kambing etawa . Makanan untuk Kambing Etawa boleh dibilang tidak jauh berbeda dengan kambing jenis lain dari jenis daun-daunan dan rumput. Selain mengandalkan makanan yang ada di sekitar Kaligesing, peternak kambing etawa disana juga menanam secara khusus beberapa tanaman untuk makanan Kambing etawa. Hal ini dilakukan untuk mempermudah peternak jika jumlah kambing sangat banyak.Yang tidak kalah penting adalah perawatan kebersihan kandang dan kambing etawa. Kandang kambing perlu dibersihkan secara periodik dan kambing etawa perlu dimandikan jika dirasa perlu.
    Model Kandang Kambing Etawa

    Model Kandang Kambing Etawa
    Model Ternak Etawa

    Model peternakan Kambing Etawa di Kaligesing sendiri bermacam-macam ada yang dipelihara dan dirawat sendiri oleh pemiliknya ada juga yang menggunakan sistem gaduh. Pemilik kambing menyerahkan urusan pemeliharaan kepada seseorang, jika sudah beranak anakan kambing etawa dibagi dua antara pemilik dan penggaduh. Alternatif kedua ini bisa menjadi pilihan bagi anda yang memiliki kesibukan dan tidak memiliki waktu untuk memelihara kambing etawa. Cara ini bisa dibilang sebagai upaya untuk menabung/berinvestasi bagi pemilik modal. Model Gaduh ini yang juga ditempuh oleh Mas Totok, pemuda kreatif yang juga seorang pengusaha dari desa tersebut. Total Kambing Etawa yang beliau miliki sekarang ini sudah lebih 100 ekor. Sebuah angka yang cukup banyak sebagai usaha sampingan. Jika anda tertarik untuk menekuni bisnis kambing etawa bisa berdiskusi dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Mas Totok yang telah mempublish ternakan kambing etawa di Internet.
    (Galeriukm)
    · Dewi Fitriani Pane Pane dan Ana Regar
      • Hidayat Hasibuan
        Kambing Etawa atau di Indonesia dikenal dengan kambing PE (Peranakan Etawa) memiliki tempat tersendiri di kalangan Peternak. Selain hasil utama daging kambing sebagaimana ternak kambing lain, beternak Kambing Etawa memiliki hasil sampingan ...lainnya. Hasil sampingan lain kambing Etawa adalah Susu Kambing Etawa, Kotoran Kambing Etawa yang digunakan sebagai pupuk kandang, Urine Kambing Etawa yang juga bisa dijadikan pupuk kandang yang sangat bagus bagi tanaman. Saat ini pertanian organik sedang menjadi alternatif dan sedang diminati banyak orang, sehingga hasil sampingan usaha Ternak Kambing Etawa ini semakin memiliki peluang usaha yang potensial bagi sebuah usaha.

        Kambing Etawa dapat dijadikan sebagai Kambing susu selain sapi sebagai penghasil susu. Susu Kambing Etawa juga dianggap memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi konon mendekati kualitas Asi, sehingga banyak diminati. Susu kambing Etawa konon dapat dijadikan sebagai obat berbagai macam penyakit, sehingga konsumen susu kambing etawa selain orang sehat adalah orang sakit. Wajar bila kemudian harga susu kambing etawa cukup mahal. Pada tulisan terdahulu sudah diulas mengenai profil peternakan Kambing Etawa di Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Jika anda tertarik pada Usaha ternak Kambing Etawa, pada tulisan berikut akan mencoba mengulas Analisis secara Ekomomis Ternak Kambing Etawa.**
        Lihat Selengkapnya
        23 jam yang lalu · · 1
      • Hidayat Hasibuan
        Pada analisa ternak Kambing Etawa ini akan diabaikan hasil anakan Kambing Etawa berkualitas super. Dalam kelahiran anak Kambing Etawa terkadang diperoleh anakan Kambing Etawa yang memiliki Kualitas super. Harga Kambing Etawa berkualitas sup...er ini memiliki harga yang tidak terbatas. Biasanya peminat akan bersedia membayar berapapun untuk jenis ini. Kambing Etawa berkualitas super biasanya dijadikan klangenan dan dilombakan dalam berbagai kejuaraan. Jika dalam ternak kambing etawa diperoleh kualitas super maka itu adalah bonus bagi anda. Meski demikian dalam beberapa kelahiran mungkin hanya satu kali diperoleh anakan kambing etawa berkualitas super.
        Waktu Pemeliharaan, Potensi dan Resiko Kematian

        Dalam Analisa ini masa pemeliharaan Kambing Etawa selama dua tahun atau 24 bulan. Dalam masa 24 bulan ini diasumsikan seekor induk Kambing Etawa beranak sebanyak 3 kali. Masa ini adalah masa bunting 5 bulan dan masa menyusui 3 bulan. Setiap kelahiran anak Kambing Etawa dihitung rata-rata 2 ekor. Meski kadang Kambing Etawa bisa melahirkan anak 1 ekor atau 3 ekor. Angka kematian untuk Ternak Kambing Etawa diambil perkiraan rata-rata adalah 10%.**
        Lihat Selengkapnya
        23 jam yang lalu · · 1
      • Hidayat Hasibuan
        Analisa Ternak Kambing Etawa

        1. Kebutuhan Investasi Tetap Ternak Kambing Etawa

        * Membeli Kambing Etawa Betina 20 ekor @Rp.3.000.000 = Rp.60.000.000
        ...
        * Membeli Kambing Etawa Jantan 2 ekor @Rp.4.000.000 = Rp. 8.000.000

        * Kandang Kambing Etawa 2 Unit @Rp.7.500.000 = Rp. 15.000.000

        * Peralatan Kandang = Rp 1.000.000

        Total Investasi Tetap Ternak Kambing Etawa Rp. 84.000.000

        2. Biaya Produksi Ternak Kambing Etawa
        Biaya produksi untuk ternak Kambing Etawa meliputi biaya pakan, biaya gaji karyawan dan pemeliharaan. Pemeliharaan dalam analisa ini adalah pemeliharaan untuk 22 ekor induk kambing (2 jantan dan 20 betina). Pemeliharaan yang di lakukan oleh karyawan yang digaji setiap bulan.

        Jika pemeliharaan dilakukan sendiri, gaji ini tetap dimasukkan sebagai variabel biaya, meski akhirnya jatuh ke tangan kita sendiri. Tugas pemeliharaan biasanya membersihkan kandang, memberi makan dan memandikan Kambing Etawa.

        * Biaya pakan Kambing Etawa Per Hari @Rp 2.500 x 22 ekor = Rp 55.000/ hari

        * Biaya dalam Pakan satu bulan = 55.000 x 30 hari = Rp 1.650.000,

        * Biaya Pakan selama 24 bulan = Rp 39.600.000

        * Gaji karyawan 1 orang / bulan @ Rp.500.000

        * Biaya gaji selama 24 bulan = Rp.12.000.000

        Total Biaya Produksi :
        Rp 39.600.000 + Rp 12.000.000 = Rp 51.600.000

        3. Proyeksi Pendapatan Ternak Kambing Etawa

        Dalam dua tahun ternak kambing etawa diperoleh proyeksi pendapatan sebagai berikut:
        - Penjualan cempe /anakan Kambing Etawa 108 ekor x Rp. 1.500.000 = Rp. 162.000.000
        - Penjualan induk afkir 20 ekor x Rp. 1.500.000 = Rp. 30.000.000
        - Penjualan pupuk kandang 7,5 kg x 12 bulan x 2 tahun x Rp. 200 x 20 ekor = Rp. 720.000

        Total Pendapatan Ternak Kambing Etawa 20 ekor Induk Rp. 192.720.000

        4. Rekapitulasi Pendapatan Ternak Kambing Etawa

        4.1. Biaya-biaya:

        - Biaya investasi Ternak Kambing Etawa Rp. 84.000.000
        - Biaya pemeliharaan Kambing Etawa selama 2 tahun Rp 51.600.000

        Total biaya Ternak Kambing Etawa selama 2 tahun Rp. 135.000.000

        4.2. Pendapatan

        - Penjualan cempe/Anak Kambing Etawa Rp. 162.000.000
        - Penjualan induk afkir Rp. 30.000.000
        - Penjualan pupuk kandang Rp. 720.000

        Total pendapatan Ternak Kambing Etawa selama dua tahun Rp. 192.720.000
        Keuntungan yang bisa diperoleh dari ternak Kambing Etawa adalah sebagai berikut:
        Rp. 192.720.000– 135.000.000
        = Rp. 57.120.000

        Penghasilan per bulan Ternak Kambing Etawa
        = Rp. 57.120.000 : 24 bulan
        = Rp. 2.380.000

        Itulah gambaran potensi ekonomi Ternak Kambing Etawa, keuntungan yang belum kita hitung adalah potensi anakan Kambing Etawa yang berkualitas super. Jika anda berminat silahkan jika akan mencoba. Rencanakan dengan baik dan jangan sungkan untuk bertanya kepada ahli Kambing Etawa atau yang sudah sukses mengelola Peternakan Kambing Etawa sebelum melangkah. Karena kesuksesan beternak kambing etawa berpangkal dari perencanaan yang baik dan matang. Meski terlihat sederhana dalam beternak kambing etawa perlu perencanaan yang matang . Semoga Sukses.***
        Lihat Selengkapnya
        23 jam yang lalu · · 1
      • Mawani Sri Waduh..........pak dayat.....ini inventasi besar banget.......Investor berdasi nih.....yg sanggup.....wow.......
        23 jam yang lalu · · 2
      • Hamdan Hasibuan G TAU JUGA KALO AD YG MAU INFES KITA YG RAWAT BG HASIL GT
        22 jam yang lalu · · 1
      • Mawani Sri ha.ha.ha.........hahahaha..tks.comentnya......mat sore pak hamdan...slm kenal N kompak sll ya....
        22 jam yang lalu · · 2
      • Dewi Fitriani Pane Pane kambing jenis ini klo di buat daging qurban pasti mantabs kalee lah bng.,di sipirok lagee
        15 jam yang lalu · · 1
      • Hidayat Hasibuan Dewi kambing begini biasanya untuk kelangenan ( hoki ). Biasanya hanya dipajang di halaman rumah. Maka harganya pun bisa sampai ratusan juta kalau yang sudah bagus. Sedang harga yang umum sekitar 25 juta. Perhatikan pusturnya yang serasi. Apalagi kalau sudah teriak suranya mantabs....!
        9 jam yang lalu · · 1
      • Khoirul Bariyah Kambingnya cantik sekali ya. Kambing apaan tuh ya.
        8 jam yang lalu ·
      • Dewi Fitriani Pane Pane Klo diternak ampe Lima ribu ekor.kambinh ini apa ga bolwh bng utk qurban..pengen juga rasa ddagingnya yg tatusan juta itu AMA maayarakt setempat.
        8 jam yang lalu melalui seluler ·
      • Khoirul Bariyah Kak Dewi jual atu aja 100 juta, belikan kambing biasa 100 ekor buat korban di kampung.
        8 jam yang lalu ·
      • Dewi Fitriani Pane Pane Yoi..boleh juga idenya..pesta ka.bing guling kita di sipirok..hehe.ditemenin kambng ratuaan juta hehe.klo pun di qurban satu tak apwlah ya khn bng
        sekitar sejam yang lalu melalui seluler ·
      • Dewi Fitriani Pane Pane Yoi..boleh juga idenya..pesta ka.bing guling kita di sipirok..hehe.ditemenin kambng ratuaan juta hehe.klo pun di qurban satu tak apwlah ya khn bng
        sekitar sejam yang lalu melalui seluler ·
  • TERNAK SAPI PERAH

    SAPI PEDAGING UNGGUL-SIMMETAL
    · · · Kemarin jam 16:19
      • Hidayat Hasibuan Analisis Penggemukan Sapi Potong Simmental dan Limousin
        penggemukan sapi potong

        penggemukan sapi potong

        Sering kami dimintai pendapat oleh rekan2 peternak baik pemula maupun yang berpengalaman tentang bagaimana pemilihan calon sapi yang bagus untuk dipelihara dengan tujuan digemukkan pada perusahaan kami. Pertanyaan ini meliputi mulai tentang jenis sapi (ras), bentuk tubuh, umur, berat badan, waktu pemeliharaan sampai panen dan kalkulasi harga jual maupun belinya. Di sini kami hanya ingin berbagi pengalaman saja dan share dengan sesama pelaku usaha peternakan sapi.

        1.Jenis Ras dan bentuk tubuh. Sejatinya semua jenis ras punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentang hal ini sudah banyak diulas di pelbagai literatur tentang sapi potong. Hanya kita sebagai Praktisi peternakan seyogyanya perlu memperhatikan nilai-nilai praktis dan ekonomis dari jenis ras tersebut baik dari sisi kekuatan finansial peternak, peruntukannya dan timing tepat penjualannya. Seperti kita ketahui, untuk ADG (penambahan Berat harian) bolehlah diakui memang sapi jenis limosin dan simmental F1 telah menjadi primadona yang mana ADGnya mampu mencapai 1,3-2kg/ harinya. Disusul di belakangnya silangan SIMPO dan LIMPO dengan ADG 1-1,7kg/hari. Berlanjut kemudian PO murni, Bali dan seterusnya yang lebih rendah penambahan berat hariannya dan struktur tubuhnya. Namun poin terpenting untuk tidak kita lupakan dari semua itu tentunya adalah Fisiologi dan kriteria performance sapi itu sendiri. Tampilan fisik yang ideal mencakup body frame, power depan dan belakang sapi akan mempengaruhi ADG, kemudahan pemeliharaan,dan harga purna jualnya.

        2.Umur dan berat badan. Usia sapi yang ideal untuk digemukkan adalah mulai 1,5 sampai dengan 2,5 tahun. di sini kondisi sapi sudah mulai maksimal pertumbuhan tulangnya dan tinggal mengejar penambahan massa otot (daging) yang secara praktis dapat dilihat dari gigi yang sudah berganti besar 2 dan 4 buah. Sapi yang sudah berganti 6 gigi besarnya (3 tahun ke atas) juga cukup bagus. Hanya di usia ini sudah muncul gejala fatt (perlemakan) yang tentunya akan berpengaruh dengan nilai jual dari pelaku pemotongan ternak. Sapi apabila masih di bawah usia ideal penggemukan biasanya lebih lambat proses gemuknya dikarenakan selain bersamaan pertumbuhan tulang dan daging juga sangat rentan resiko penyusutan serta labil proses penambahan berat disebabkan adaptasi tempat yang baru, pergantian pola pakan dan teknis perawatan serta penyakit. Tentang variabel berat tubuh, pastinya akan kita lihat dulu dari jenis ras apa sapi yang akan kita pelihara. Sapi jenis limousin dan simmental maupun silangannya dengan PO kala umur 1,5 tahun sudah berbobot rata-rata 350-400 kg, sedang sapi PO murni hanya kisaran 185-275 kg. Nah, dari sini nantinya kita akan mulai berhitung tentang teknis penilaian ideal untuk mengukur sistem pemeliharaan dan transaksi jual beli.***
        23 jam yang lalu · · 1
      • Hidayat Hasibuan ‎3.Masa pemeliharaan. Sesuai pengalaman kami yang baru sedikit ini, kami menyarankan pada mitra peternak kami bahwa sapi yang akan digemukkan agar memakai mekanisme : apabila masa panen jangka pendek (k.l 100 hari) pilihlah jenis limousin, simmental dan silangannya (F1 maupun F2) dengan berat mulai 390-500 kg. Jika proporsional pemeliharaannya, sapi tersebut akan mampu bertambah minimal 100kg saat panennya. Namun kalau yang diinginkan masa panen jangka menegah dan panjang ( k.l 250 hari hingga lebih dari 1 tahun) disarankan agar memilih jenis F1 simmental dan limousin yang murni genetiknya dengan berat di bawah 350 kg. Kebanyakan peternak yang berpola seperti ini biasanya untuk investasi, pemurnian genetik indukannya atau bahkan sebagai hewan kesayangan (klangenan jawa.red). muncul satu pertanyaan yang menggelitik; lebih untung pola yang mana?

        4.Perhitungan harga. Sapi untuk pemeliharaan jangka menengah (k.l 250 hari) dengan berat di bawah 300 kg rata-rata masih belum dapat mencapai rendemen karkas lebih dari 49%. Sehingga apabila ingin dijual, pembeli barunya biasanya masih akan meneruskan penggemukannya lagi.Jika kita analisa, sapi F1 umur 5-8 bulan harga pasaran rata-rata per mei 2009 adalah 7,5-10 juta dengan bobot 250-325 kg. Kita ambil tengah-tengahnya saja lalu kita konversikan dengan harga timbang hidup jatuhnya sekitar Rp.31.000;/kg timbang di pasar. Kenapa seperti itu ??? sapi dengan berat 380-525 kg seharga Rp.24.000/kg (sesuai harga loco di farm kami) adalah untuk kriteria jenis BAKALAN. Jadi di spek ini kita sudah mulai dapat mengukur standar perhitungan baik umur sapinya, prosentase rendemen karkasnya (berat daging tulang), capaian bobot maksimal, sampai dengan masa panennya. Beda halnya dengan berat 300kg ke bawah; karena itu masih tergolong jenis BIBIT.Jadi sistem transaksinya mirip seperti di bursa pelelangan yang harganya ditentukan berdasarkan kerelaan penjual dengan kepuasan dan jatuh hati sang pembeli. Maka disitulah kita baru dapatkan harga umum dan rata-rata kepantasan transaksi di pasar ataupun di peternak yag ketemunya ternyata di harga Rp.31.000.Kita tentu belum dapat mengukur standarisasi, berapa nanti capaian berat maksimal dan waktu panennya apalagi berapa rendemen karkasnya.Lain daripada itu, sistem pasar peternakan kita malah sudah tidak ada lagi sertifikasi /surat keterangan bibit saat sapi dijual yang berbeda saat zaman orde baru dulu, ironi memang.sehingga kita pasti akan kesulitan mencari blood link sapi, alamat peternak apalagi cara perawatan dan ransumnya.Kecuali kalau sapi tersebut kita beli langsung di breeder
        Sedikit analogi: apakah anda mampu menaksir berapa ton padi dalam 1hektar yang akan anda panen saat umur benih baru ditancapkan 15 hari atau sebulan sekalipun? bagaimana dengan resiko hama, kelangkaan pupuk dan pengairannya? apakah anda bisa pastikan akan menuai panennya? ini analogy untuk BIBIT.
        Nah sekarang, kesulitankah anda memprediksi, berapa ton gabah yang akan anda dapatkan saat padi anda telah berbulir siap menguning? ini kiasan untuk BAKALAN, kalaupun panen anda akhirnya kurang maksimal masihlah kita dapatkan gabah meski rendah mutu dan tidak banyak jumlahnya.Taruh kata untuk bibit yang beratnya dibawah 300 kg kalau selama dipelihara sapi tadi mencapai bobot 600kg (adakah jaminan????) maka akan diperoleh pendapatan sbb; 600 kg X Rp.24.000/kg (harga siap potong) : Rp. 14.400.000; – Rp. 9.300.000( harga bakalan) = Rp.5.100.000 selama l.k.250 hari. Bandingkan dengan pola 100 hari, disini apabila anda membeli bakalan,bobotnya rata-rata 430kg komposisi mix F1 dan F2. harga dasarnyapun masih logis di banding pola jangka panjang. Analisanya sebagai berikut : 430 kg X Rp.24.000 = Rp.10.300.000; Masa pemelihara 100 hari dicapai berat 560 kg (banyak yang menjamin..) dengan ADG 1,3kg X Rp.24.000; akan didapat penghasilan = Rp.13.440.000 – Rp.10.300.000 (modal pembelian) keuntungannya : Rp.3.100.000 selama 100 hari. Maka dalam 1 tahun kita akan dapat panen 3 kali.

        Pola pemeliharaan di perusahaan kami dalam 1 tahun (menurut kalender Hijriyah) adalah : pada bulan muharram dilaksanakan pengadaan untuk sapi jenis simmental, limousin dan silangannya yang akan dipanen pada bulan Rabi’ul Akhir. Pengadaan ke II dilaksanakan di bulan Jumadil Awal dan akan dipanen nantinya pada bulan ramadlan. Di bulan Syawal kami lakukan pengadaan sapi jenis PO murni karena bulan Dzulhijjah harga sapi PO selisih Rp.3-4000/kg lebih mahal panenannya. Demikian rotasi ini senantiasa kami tetapkan sebagai acuan kerja.
        Segala yang menyangkut istilah seperti tersebut di atas hanyalah sekedar teknis empiris yang pernah kami alami dan bukanlah istilah ilmiah yang jauh dari pengetahuan kami.
        Semuanya ada kelebihan dan kekurangannya.Mohon dikoreksi untuk jadi evaluasi dan introspeksi kami agar ke depan lebih baik lagi dalam beternak.
        Semoga bermanfaat.

        sumber.lembusora.com**
        23 jam yang lalu · · 1
      • Mawani Sri Pak Hidayat Hasibuan...klu ...bibit dr lembu limousin....diinseminasi ke lembu biasa ...apa bisa....klu bisa ....sanggupkah lembu biasa itu....?
        23 jam yang lalu ·
      • Hidayat Hasibuan Namany kain silang, sanggup saja bu. Apa bedanya OrangAsia kawin dengan orang Amerika, Turunannya tentunya campuran dari genetika ayah dan ibunya. Selamat mencoba beternak sapi bu. Jika da lahannya.
        23 jam yang lalu · · 1
      • Hidayat Hasibuan Ralat:....kawin silang....
        23 jam yang lalu ·
      • Mawani Sri Ada...tp lembu biasa.....cm tinggal 19 ekor.....tp menurut sy...apa lembu biasa itu tahan.....dng .mengandung bibit extra besar....sementara selama ini....produk dlm negeri......atau mungkin...selama mengandungnya ..ditambah vitamin x ya.....
        23 jam yang lalu · · 1
      • Hidayat Hasibuan Boleh dikonsultasikan dengan dinas peternakan setempat bu Mawani Sri, semoga sukses.
        23 jam yang lalu · · 1
      • Hidayat Hasibuan Cara Pemeliharaan Sapi Perah Induk
        Advertisement

        Sapi dara adalah sapi-sapi betina umur sembilan bulan sampai beranak pertama.

        Menurut fase pertumbuhan, sapi dara termasuk kelompok sapi-sapi muda yang laju pertumbuhannya masih berlangsung terus. Tapi laju pertumbuhan sapi sebelum beranak tergantung dari cara pemeliharaan dan pemberian makanan.
        Top Pencarian
        Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

        1. Proses Metabolisme Nutrien dalam Tubuh
        2. Pengertian Peretasan Biji
        3. Peranan Hormon dalam Pengaturan Reproduksi
        4. Strategi Peningkatan Swasembada Daging Sapi
        5. Definisi Heritabilitas
        6. Aspek Kuantitatif Nutrisi
        7. Kelenturan Fenotipik pada Ternak
        8. Kandungan Nutrien Tubuh Hewan
        9. Bagaimana Mekanisme Kerja Hormon ?
        10. Prospek Dan Arah Pengembangan Agribisnis

        Pemeliharaan Sapi Perah

        Pada umumnya sapi perah yang diusahakan para peternak di Indonesia yang sudah maju dipelihara secara intensif. Sapi-sapi tersebut hampir sepanjang hari berada dalam kandang. Sapi-sapi yang dipelihara secara intensif memperoleh perlakuan yang lebih teratur dalam hal pemberian pakan, pengendalian penyakit, serta mengawinkan sapi.
        Pemberian Pakan Sapi

        Bagi sapi yang dipelihara secara intensif, makanan yang diberikan terdiri dari hijauan dan makanan penguat seperti jagung giling, dedak halus, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, testes, dll. Bahan makanan berupa rumput atau hijauan diberikan sebanyak kira-kira 10% dari berat badan. Sedangkan makanan penguat 2-3 kg per ekor, yang diberikan 1-2 kali sehari dan hijauan 2-3 kali sehari. Air minum yang bersih diberikan secara bebas.

        Pada saat terjadi kemarau panjang kadang-kadang sapi diberi hijauan yang sudah diawetkan seperti silase, hay atau jerami. Untuk mengurangi zat-zat makanan yang kurang baik akibat sapi hanya diberikan jerami dan lain sebagainya, maka volume makanan penguat yang kandungan gizinya tinggi harus ditingkatkan.

        Kadar protein pada pakan sapi dara bisa lebih rendah dari pakan pedet, karena protein dan energi dapat diperoleh dari rumput, hijauan kering, atau pastura ( padang rumput ) yang baik. Namun jika pakan hijaun rendah dapat ditambahkan dengan konsentrat yang berkadar protein 15 – 16 %.

        Target bobot badan sapi dara umur 8 – 14 bulan adalah 200 – 300 kg. Sebagai patokan, pemberian pakan berupa rumput 1 – 15 % konsentrat dari bobot hidup. Konsentrat untuk sapi dara terdiri atas 55 % bungkil kelapa, 40 % dedak halus dan 5 % ampas tapioka.
        Melaksanakan Program Kesehatan Sapi

        Sapi perah hasil seleksi yang diberi maknana serba cukup dan bagus, bukanlah satu-satunya usaha untuk menanggulangi serangan penyakit. Kecuali mereka harus memperoleh makanan yang baik, program kesehatannya pun harus mendapat perhatian pula.

        Program kesehatan yang perlu mendapat perhatian adalah pencegahan penyakit yang meliputi: karantina, isolasi, vaksinasi, pengobatan cacing, tindakan higiene, pemotongan kuku, sanitasi dan memandikan sapi.
        Mengawinkan sapi

        Sapi dara yang telah mencapai umur 15-18 bulan mulai dapat dikawinkan. Mengawinkan sapi dara yang terlalu awal kurang menguntungkan, karena anak yang dilahirkan kurang sehat karena pertumbuhan induk yang belum sempurna mempengaruhi jumlah produksi susu menjadi lebih rendah. Sebaliknya menunda perkawinan yang telalu lama pun tidak benar karena menjadi kurang ekonomis.
        Pemeliharaan sapi induk bunting

        Pemeliharaan Induk Bunting

        1. Makanan mengandung Ca dan P yang cukup untuk pertumbuhan janin serta dengan SK minimum 13 %.
        2. Keadaan fisik
        3. Makanan penguat menjelang induk beranak, untuk : pembentukan ambing, khususnya untuk sapi dara, pembentukan colustrum, berpengaruh pada produksi susu masa laktasi yang akan datang
        4. Pemerahan harus dihentikan 1½ – 2 bulan setelah melahirkan (sapi kering)
        5. Pemerahan pada umumnya dilakukan 2 kali sehari pada jam-jamyang sudah pasti dan dilaksanakan dengan pemerahan yanglembut.

        Dalam persiapan pemerahan yang perlu diparhatikan adalah menenangkan sapi, membersihkan kandang,membersihakan bagian tubuh, mengikat ekor, mencuci ambing. Cara pemerahan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan:

        1. memegang pangkal puting susu antara ibu jari dan jari tengah
        2. menggunakan kelima jari tangan.

        Pemeliharaan sapi sedang kering berguna untuk :

        1. Mengembalikan kondisi tubuh atau memberikan istirahat pada sapi agar produksi yang akan datang baik. Mengisi kembali kebutuhan vitamin-vitamin dan mineral-mineral setelah laktasi sehingga sapi tetap sehat. Menjamin pertumbuhan fetus dalam kandungan.
        2. Setelah bunting, sapi harus dikeringkan tidak boleh diperah. Sapi harus mendapat asupan komsumsi konsentrat dan hijauan yang maksimal, disamping pemberian air minum secara ad libitum. Hal tersebut agar keseimbangan baik induk ataupun janin dapat terpenuhi asupan makanannya.
        3. Pemberian pakan tambahan berupa telur 5 butir, madu 50 cc, dan gula merah 1 kg biasa diberikan kepada sapi yang melahirkan. Hal tersebut untuk mengembalikan tenaga dari sapi setelah menjalani proses kebuntingan dan melahirkan. Pakan rumput diberikan secara ad libitum.
        21 jam yang lalu · · 1
      • Dewi Fitriani Pane Pane mantabs bng.,tinggal praktek aja nampaknya ..
        15 jam yang lalu · · 2
      • Khoirul Bariyah Capi ciapa neh.ngaganteng cekali.wkwkwkwwk
        7 jam yang lalu ·