Minggu, 25 Desember 2011

TERNAK SAPI PERAH

SAPI PEDAGING UNGGUL-SIMMETAL
· · · Kemarin jam 16:19
    • Hidayat Hasibuan Analisis Penggemukan Sapi Potong Simmental dan Limousin
      penggemukan sapi potong

      penggemukan sapi potong

      Sering kami dimintai pendapat oleh rekan2 peternak baik pemula maupun yang berpengalaman tentang bagaimana pemilihan calon sapi yang bagus untuk dipelihara dengan tujuan digemukkan pada perusahaan kami. Pertanyaan ini meliputi mulai tentang jenis sapi (ras), bentuk tubuh, umur, berat badan, waktu pemeliharaan sampai panen dan kalkulasi harga jual maupun belinya. Di sini kami hanya ingin berbagi pengalaman saja dan share dengan sesama pelaku usaha peternakan sapi.

      1.Jenis Ras dan bentuk tubuh. Sejatinya semua jenis ras punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentang hal ini sudah banyak diulas di pelbagai literatur tentang sapi potong. Hanya kita sebagai Praktisi peternakan seyogyanya perlu memperhatikan nilai-nilai praktis dan ekonomis dari jenis ras tersebut baik dari sisi kekuatan finansial peternak, peruntukannya dan timing tepat penjualannya. Seperti kita ketahui, untuk ADG (penambahan Berat harian) bolehlah diakui memang sapi jenis limosin dan simmental F1 telah menjadi primadona yang mana ADGnya mampu mencapai 1,3-2kg/ harinya. Disusul di belakangnya silangan SIMPO dan LIMPO dengan ADG 1-1,7kg/hari. Berlanjut kemudian PO murni, Bali dan seterusnya yang lebih rendah penambahan berat hariannya dan struktur tubuhnya. Namun poin terpenting untuk tidak kita lupakan dari semua itu tentunya adalah Fisiologi dan kriteria performance sapi itu sendiri. Tampilan fisik yang ideal mencakup body frame, power depan dan belakang sapi akan mempengaruhi ADG, kemudahan pemeliharaan,dan harga purna jualnya.

      2.Umur dan berat badan. Usia sapi yang ideal untuk digemukkan adalah mulai 1,5 sampai dengan 2,5 tahun. di sini kondisi sapi sudah mulai maksimal pertumbuhan tulangnya dan tinggal mengejar penambahan massa otot (daging) yang secara praktis dapat dilihat dari gigi yang sudah berganti besar 2 dan 4 buah. Sapi yang sudah berganti 6 gigi besarnya (3 tahun ke atas) juga cukup bagus. Hanya di usia ini sudah muncul gejala fatt (perlemakan) yang tentunya akan berpengaruh dengan nilai jual dari pelaku pemotongan ternak. Sapi apabila masih di bawah usia ideal penggemukan biasanya lebih lambat proses gemuknya dikarenakan selain bersamaan pertumbuhan tulang dan daging juga sangat rentan resiko penyusutan serta labil proses penambahan berat disebabkan adaptasi tempat yang baru, pergantian pola pakan dan teknis perawatan serta penyakit. Tentang variabel berat tubuh, pastinya akan kita lihat dulu dari jenis ras apa sapi yang akan kita pelihara. Sapi jenis limousin dan simmental maupun silangannya dengan PO kala umur 1,5 tahun sudah berbobot rata-rata 350-400 kg, sedang sapi PO murni hanya kisaran 185-275 kg. Nah, dari sini nantinya kita akan mulai berhitung tentang teknis penilaian ideal untuk mengukur sistem pemeliharaan dan transaksi jual beli.***
      23 jam yang lalu · · 1
    • Hidayat Hasibuan ‎3.Masa pemeliharaan. Sesuai pengalaman kami yang baru sedikit ini, kami menyarankan pada mitra peternak kami bahwa sapi yang akan digemukkan agar memakai mekanisme : apabila masa panen jangka pendek (k.l 100 hari) pilihlah jenis limousin, simmental dan silangannya (F1 maupun F2) dengan berat mulai 390-500 kg. Jika proporsional pemeliharaannya, sapi tersebut akan mampu bertambah minimal 100kg saat panennya. Namun kalau yang diinginkan masa panen jangka menegah dan panjang ( k.l 250 hari hingga lebih dari 1 tahun) disarankan agar memilih jenis F1 simmental dan limousin yang murni genetiknya dengan berat di bawah 350 kg. Kebanyakan peternak yang berpola seperti ini biasanya untuk investasi, pemurnian genetik indukannya atau bahkan sebagai hewan kesayangan (klangenan jawa.red). muncul satu pertanyaan yang menggelitik; lebih untung pola yang mana?

      4.Perhitungan harga. Sapi untuk pemeliharaan jangka menengah (k.l 250 hari) dengan berat di bawah 300 kg rata-rata masih belum dapat mencapai rendemen karkas lebih dari 49%. Sehingga apabila ingin dijual, pembeli barunya biasanya masih akan meneruskan penggemukannya lagi.Jika kita analisa, sapi F1 umur 5-8 bulan harga pasaran rata-rata per mei 2009 adalah 7,5-10 juta dengan bobot 250-325 kg. Kita ambil tengah-tengahnya saja lalu kita konversikan dengan harga timbang hidup jatuhnya sekitar Rp.31.000;/kg timbang di pasar. Kenapa seperti itu ??? sapi dengan berat 380-525 kg seharga Rp.24.000/kg (sesuai harga loco di farm kami) adalah untuk kriteria jenis BAKALAN. Jadi di spek ini kita sudah mulai dapat mengukur standar perhitungan baik umur sapinya, prosentase rendemen karkasnya (berat daging tulang), capaian bobot maksimal, sampai dengan masa panennya. Beda halnya dengan berat 300kg ke bawah; karena itu masih tergolong jenis BIBIT.Jadi sistem transaksinya mirip seperti di bursa pelelangan yang harganya ditentukan berdasarkan kerelaan penjual dengan kepuasan dan jatuh hati sang pembeli. Maka disitulah kita baru dapatkan harga umum dan rata-rata kepantasan transaksi di pasar ataupun di peternak yag ketemunya ternyata di harga Rp.31.000.Kita tentu belum dapat mengukur standarisasi, berapa nanti capaian berat maksimal dan waktu panennya apalagi berapa rendemen karkasnya.Lain daripada itu, sistem pasar peternakan kita malah sudah tidak ada lagi sertifikasi /surat keterangan bibit saat sapi dijual yang berbeda saat zaman orde baru dulu, ironi memang.sehingga kita pasti akan kesulitan mencari blood link sapi, alamat peternak apalagi cara perawatan dan ransumnya.Kecuali kalau sapi tersebut kita beli langsung di breeder
      Sedikit analogi: apakah anda mampu menaksir berapa ton padi dalam 1hektar yang akan anda panen saat umur benih baru ditancapkan 15 hari atau sebulan sekalipun? bagaimana dengan resiko hama, kelangkaan pupuk dan pengairannya? apakah anda bisa pastikan akan menuai panennya? ini analogy untuk BIBIT.
      Nah sekarang, kesulitankah anda memprediksi, berapa ton gabah yang akan anda dapatkan saat padi anda telah berbulir siap menguning? ini kiasan untuk BAKALAN, kalaupun panen anda akhirnya kurang maksimal masihlah kita dapatkan gabah meski rendah mutu dan tidak banyak jumlahnya.Taruh kata untuk bibit yang beratnya dibawah 300 kg kalau selama dipelihara sapi tadi mencapai bobot 600kg (adakah jaminan????) maka akan diperoleh pendapatan sbb; 600 kg X Rp.24.000/kg (harga siap potong) : Rp. 14.400.000; – Rp. 9.300.000( harga bakalan) = Rp.5.100.000 selama l.k.250 hari. Bandingkan dengan pola 100 hari, disini apabila anda membeli bakalan,bobotnya rata-rata 430kg komposisi mix F1 dan F2. harga dasarnyapun masih logis di banding pola jangka panjang. Analisanya sebagai berikut : 430 kg X Rp.24.000 = Rp.10.300.000; Masa pemelihara 100 hari dicapai berat 560 kg (banyak yang menjamin..) dengan ADG 1,3kg X Rp.24.000; akan didapat penghasilan = Rp.13.440.000 – Rp.10.300.000 (modal pembelian) keuntungannya : Rp.3.100.000 selama 100 hari. Maka dalam 1 tahun kita akan dapat panen 3 kali.

      Pola pemeliharaan di perusahaan kami dalam 1 tahun (menurut kalender Hijriyah) adalah : pada bulan muharram dilaksanakan pengadaan untuk sapi jenis simmental, limousin dan silangannya yang akan dipanen pada bulan Rabi’ul Akhir. Pengadaan ke II dilaksanakan di bulan Jumadil Awal dan akan dipanen nantinya pada bulan ramadlan. Di bulan Syawal kami lakukan pengadaan sapi jenis PO murni karena bulan Dzulhijjah harga sapi PO selisih Rp.3-4000/kg lebih mahal panenannya. Demikian rotasi ini senantiasa kami tetapkan sebagai acuan kerja.
      Segala yang menyangkut istilah seperti tersebut di atas hanyalah sekedar teknis empiris yang pernah kami alami dan bukanlah istilah ilmiah yang jauh dari pengetahuan kami.
      Semuanya ada kelebihan dan kekurangannya.Mohon dikoreksi untuk jadi evaluasi dan introspeksi kami agar ke depan lebih baik lagi dalam beternak.
      Semoga bermanfaat.

      sumber.lembusora.com**
      23 jam yang lalu · · 1
    • Mawani Sri Pak Hidayat Hasibuan...klu ...bibit dr lembu limousin....diinseminasi ke lembu biasa ...apa bisa....klu bisa ....sanggupkah lembu biasa itu....?
      23 jam yang lalu ·
    • Hidayat Hasibuan Namany kain silang, sanggup saja bu. Apa bedanya OrangAsia kawin dengan orang Amerika, Turunannya tentunya campuran dari genetika ayah dan ibunya. Selamat mencoba beternak sapi bu. Jika da lahannya.
      23 jam yang lalu · · 1
    • Hidayat Hasibuan Ralat:....kawin silang....
      23 jam yang lalu ·
    • Mawani Sri Ada...tp lembu biasa.....cm tinggal 19 ekor.....tp menurut sy...apa lembu biasa itu tahan.....dng .mengandung bibit extra besar....sementara selama ini....produk dlm negeri......atau mungkin...selama mengandungnya ..ditambah vitamin x ya.....
      23 jam yang lalu · · 1
    • Hidayat Hasibuan Boleh dikonsultasikan dengan dinas peternakan setempat bu Mawani Sri, semoga sukses.
      23 jam yang lalu · · 1
    • Hidayat Hasibuan Cara Pemeliharaan Sapi Perah Induk
      Advertisement

      Sapi dara adalah sapi-sapi betina umur sembilan bulan sampai beranak pertama.

      Menurut fase pertumbuhan, sapi dara termasuk kelompok sapi-sapi muda yang laju pertumbuhannya masih berlangsung terus. Tapi laju pertumbuhan sapi sebelum beranak tergantung dari cara pemeliharaan dan pemberian makanan.
      Top Pencarian
      Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

      1. Proses Metabolisme Nutrien dalam Tubuh
      2. Pengertian Peretasan Biji
      3. Peranan Hormon dalam Pengaturan Reproduksi
      4. Strategi Peningkatan Swasembada Daging Sapi
      5. Definisi Heritabilitas
      6. Aspek Kuantitatif Nutrisi
      7. Kelenturan Fenotipik pada Ternak
      8. Kandungan Nutrien Tubuh Hewan
      9. Bagaimana Mekanisme Kerja Hormon ?
      10. Prospek Dan Arah Pengembangan Agribisnis

      Pemeliharaan Sapi Perah

      Pada umumnya sapi perah yang diusahakan para peternak di Indonesia yang sudah maju dipelihara secara intensif. Sapi-sapi tersebut hampir sepanjang hari berada dalam kandang. Sapi-sapi yang dipelihara secara intensif memperoleh perlakuan yang lebih teratur dalam hal pemberian pakan, pengendalian penyakit, serta mengawinkan sapi.
      Pemberian Pakan Sapi

      Bagi sapi yang dipelihara secara intensif, makanan yang diberikan terdiri dari hijauan dan makanan penguat seperti jagung giling, dedak halus, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, testes, dll. Bahan makanan berupa rumput atau hijauan diberikan sebanyak kira-kira 10% dari berat badan. Sedangkan makanan penguat 2-3 kg per ekor, yang diberikan 1-2 kali sehari dan hijauan 2-3 kali sehari. Air minum yang bersih diberikan secara bebas.

      Pada saat terjadi kemarau panjang kadang-kadang sapi diberi hijauan yang sudah diawetkan seperti silase, hay atau jerami. Untuk mengurangi zat-zat makanan yang kurang baik akibat sapi hanya diberikan jerami dan lain sebagainya, maka volume makanan penguat yang kandungan gizinya tinggi harus ditingkatkan.

      Kadar protein pada pakan sapi dara bisa lebih rendah dari pakan pedet, karena protein dan energi dapat diperoleh dari rumput, hijauan kering, atau pastura ( padang rumput ) yang baik. Namun jika pakan hijaun rendah dapat ditambahkan dengan konsentrat yang berkadar protein 15 – 16 %.

      Target bobot badan sapi dara umur 8 – 14 bulan adalah 200 – 300 kg. Sebagai patokan, pemberian pakan berupa rumput 1 – 15 % konsentrat dari bobot hidup. Konsentrat untuk sapi dara terdiri atas 55 % bungkil kelapa, 40 % dedak halus dan 5 % ampas tapioka.
      Melaksanakan Program Kesehatan Sapi

      Sapi perah hasil seleksi yang diberi maknana serba cukup dan bagus, bukanlah satu-satunya usaha untuk menanggulangi serangan penyakit. Kecuali mereka harus memperoleh makanan yang baik, program kesehatannya pun harus mendapat perhatian pula.

      Program kesehatan yang perlu mendapat perhatian adalah pencegahan penyakit yang meliputi: karantina, isolasi, vaksinasi, pengobatan cacing, tindakan higiene, pemotongan kuku, sanitasi dan memandikan sapi.
      Mengawinkan sapi

      Sapi dara yang telah mencapai umur 15-18 bulan mulai dapat dikawinkan. Mengawinkan sapi dara yang terlalu awal kurang menguntungkan, karena anak yang dilahirkan kurang sehat karena pertumbuhan induk yang belum sempurna mempengaruhi jumlah produksi susu menjadi lebih rendah. Sebaliknya menunda perkawinan yang telalu lama pun tidak benar karena menjadi kurang ekonomis.
      Pemeliharaan sapi induk bunting

      Pemeliharaan Induk Bunting

      1. Makanan mengandung Ca dan P yang cukup untuk pertumbuhan janin serta dengan SK minimum 13 %.
      2. Keadaan fisik
      3. Makanan penguat menjelang induk beranak, untuk : pembentukan ambing, khususnya untuk sapi dara, pembentukan colustrum, berpengaruh pada produksi susu masa laktasi yang akan datang
      4. Pemerahan harus dihentikan 1½ – 2 bulan setelah melahirkan (sapi kering)
      5. Pemerahan pada umumnya dilakukan 2 kali sehari pada jam-jamyang sudah pasti dan dilaksanakan dengan pemerahan yanglembut.

      Dalam persiapan pemerahan yang perlu diparhatikan adalah menenangkan sapi, membersihkan kandang,membersihakan bagian tubuh, mengikat ekor, mencuci ambing. Cara pemerahan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan:

      1. memegang pangkal puting susu antara ibu jari dan jari tengah
      2. menggunakan kelima jari tangan.

      Pemeliharaan sapi sedang kering berguna untuk :

      1. Mengembalikan kondisi tubuh atau memberikan istirahat pada sapi agar produksi yang akan datang baik. Mengisi kembali kebutuhan vitamin-vitamin dan mineral-mineral setelah laktasi sehingga sapi tetap sehat. Menjamin pertumbuhan fetus dalam kandungan.
      2. Setelah bunting, sapi harus dikeringkan tidak boleh diperah. Sapi harus mendapat asupan komsumsi konsentrat dan hijauan yang maksimal, disamping pemberian air minum secara ad libitum. Hal tersebut agar keseimbangan baik induk ataupun janin dapat terpenuhi asupan makanannya.
      3. Pemberian pakan tambahan berupa telur 5 butir, madu 50 cc, dan gula merah 1 kg biasa diberikan kepada sapi yang melahirkan. Hal tersebut untuk mengembalikan tenaga dari sapi setelah menjalani proses kebuntingan dan melahirkan. Pakan rumput diberikan secara ad libitum.
      21 jam yang lalu · · 1
    • Dewi Fitriani Pane Pane mantabs bng.,tinggal praktek aja nampaknya ..
      15 jam yang lalu · · 2
    • Khoirul Bariyah Capi ciapa neh.ngaganteng cekali.wkwkwkwwk
      7 jam yang lalu ·

2 komentar:

  1. mOHON IZIN UNTUK DISHARE KEPADA TEMAN TEMAN DEMI KEMAJUAN BANGSA

    BalasHapus
  2. Ada penelitian dari Pusat Penelitian kelapa Sawit Sumatera Utara yang menyebutkan limbah kelapa sawit berupa tandan pelepah sawit adalah pakan ternak sapi yang sangat baik, dengan komposisi 70% tandan pelepah sapi yang telah dihancurkan dan 30% pakan tambahan dapat meningkatkan produksi daging hingga 40% lebih banyak dibanding pakan sapi pada umumnya. bagaimana komentar bapak?

    BalasHapus